Kamis, 27 Maret 2014

Pengertian, Fungsi, dan Tujuan Evaluasi Pendidikan

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Evaluasi.
Menurut Norman E. Gronlund. (1976: 6) menyatakan bahwa “evaluasi bukanlah sekumpulan teknik semata-mata, tetapi evaluasi merupakan suatu proses yang berkelanjutan yang mendasari keseluruhan kegiatan belajar mengajar yang baik”.
Edwin Wand dan Gerald W. Brown (1957: 1) menyatakan bahwa “evaluasi berkenaan dengan kegiatan atau proses untuk menentukan nilai dari sesuatu”.
Witherington (1980: 24) menyatakan bahawa “evaluasi adalah pernyataan bahwa sesuatu itu mempunyai nilai atau tidak”.
Merchrens dan Lechman (1984: 5) menyatakan bahwa “evaluasi diartikan sebagai penentu kesesuaian antara tampilan dan tujuan tujuan.
Dari pengertian-pengertian di atas yang telah dipaparkan dapat diambil kesimpulan bahwa evaluasi merupakan proses yang sistematik untuk mengukur dan member nilai (kuantitatif (matematika), kualitatif (non matematika), atau pun keduanya)  terhadap sesuatu atau tampilan (karakter-karakter) dengan tujuan (patokan) yang telah ditetapkan. Karakter-karakter tersebut dalam ruang lingkup kegiatan proses belajar mengajar adalah tampilan siswa dalam bidang kognitif (pengetahuan), afektif (sikap, emosional), dan psikomotor (keterampilan).
Sesuai dengan prinsip belajar yang menyatakan bahwa belajar merupakan proses terjadinya perubahan tingkah laku dalam diri siswa, dengan sendirinya evaluasi dapat dijadikan alat untuk mengetahui perubahan tersebut. Ini berarti bahwa dalam proses belajar mengajar harus ada kriteria tertentu yang dapat dijadikan patokan untuk pelaksanaan evaluasi.
Evaluasi memiliki sifat yang lebih luas daripada pengukuran. Evaluasi meliputi aspek kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran hanya terbatas pada deskripsi kuantitatif, sedangkan evaluasi selain menyangkut pengukuran tersebut berlanjut dengan pemberian nilai berupa keputusan-keputusan maupun nilai tingkah laku yang diukur. Dengan demikian istilah evaluasi, pengukuran, dan penilaian dapat dibedakan. Pengukuran menunjuk pada segi kuantitas, penilaian menunjuk pada segi kualitas, dan evaluasi berkenaan dengan pengukuran dan penilaian.
B.     Fungsi Evaluasi
Kepentingan evaluasi tidak hanya mempunyai makna bagi proses belajar peserta didik, tetapi juga memberikan umpan balik terhadap program secara keseluruhan. Oleh karena itu, inti setiap evaluasi adalah pengadaan informasi bagi pihak pengelola proses belajar mengajar untuk membuaat macam-macam keputusan. Dalam rangka inilah evaluasi mempunyai beberapa fungsi, yaitu:
  1. Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional secara komprehensif yang meliputi aspek pengetahuan, sikap dan tingkah laku.
  2. Sebagai umpan balik yang berguna bagi tindakan berikutnya dimana segi-segi yang sudah dicapai lebih ditingkatkan lagi dan segi-segi yang dapat merugikan sebanyak mungkin dihindari.
  3. Bagi peserta didik, evaluasi berguna untuk mengukur keberhasilan proses belajar mengajar, mengetahui bahan pelajaran yang diberikan dan dikuasainya. Bagi masyarakat untuk mengetahui hasil atau tidaknya program-program yang dilaksanakan.
  4. Untuk umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan melakukan remedial.
  5. Untuk menentukan angka kemajuan dan hasil belajar.
  6. Untuk menempatkan peserta didik dalam situasi belajar mengajar yang tepat.
  7. Untuk mengenal latar belakang peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.
Evaluasi dalam proses belajar-mengajar mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:
  • Untuk mengetahui taraf kesiapan daripada peserta didik untuk menempuh suatu program tertentu.
  • Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses belajar-mengajar yang telah dilaksanakannya.
  • Untuk mengetahui apakah suatu mata pelajaran yang kita ajarkan dapat kita lanjutkan dengan bahan yang baru atau mengulang kembali bahan-bahan pelajaran yang telah lampau.
  • Untuk mendapatkan informasi dalam memberikan bimbingan tentang jenis pendidikan atau jenis jabatan yang cocok untuk anak tersebut.
  • Sebagai penentu apakah seorang anak dapat dinaikan kedalam kelas yang lebih tinggi ataukah harus mengulang di kelas semula.
  • Untuk membandingkan apakah prestasi yang dicapai oleh peserta didik sudah sesuai dengan kapasitasnya atau belum.
  • Untuk menafsir apakah peserta didik cukup matang untuk kita lepaskan kedalam masyarakat atau melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  • Untuk mengadakan seleksi.
C.    Tujuan Evaluasi
Sesuai denga fungsi evaluasi yang telah dikemukakan, evaluasi mempunyai tujuan seperti berikut ini.
1.      Dalam fungsi evaluasi sebagai alat seleksi terkandung tujuan evaluasi, yaitu untuk mendapatkan calon siswa pilihan yang cocok dengan suatu jurusan dan jenjang pendidikan tertentu.
2.      Dalam fungsi evaluasi sebagai alat pengukur keberhasilan dan mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses belajar-mengajar yang dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui apakah hasil yang dicapai sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Jika belum perlu dicari faktor penyebab yang menghambat tercapainya tujuan tersebut, selanjutnya dapat dicari solusinya.
3.      Dalam fungsi evaluasi sebagai pemberi informasi untuk menentukan apakah seorang anak dapat dinaikan kedalam kelas yang lebih tinggi ataukah harus mengulang di kelas semula. Tujuannya untuk menentukan tidakan / keputusan yang dilakukan atas dasar hasil evaluasi.
4.      Dalam fungsi evaluasi sebagai alat penempatan, evaluasi bertujuan untuk menentukan pendidikan ke jenjang selanjutnya yang sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minat peserta didik.
5.      Evaluasi dalam rangka kegiatan belajar mengajar yang dikenal dengan istilah tes awal, yaitu evaluasi yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui taraf kesiapan siswa dalam memahami materi yang akan di pelajarinya.
6.      Dalam fungsi evaluasi sebagai faktor penentu apakah seorang siswa dapat dinaikan kedalam kelas yang lebih tinggi ataukah harus mengulang di kelas semula. Dalam hal ini evaluasi bertujuan untuk mencari informasi yang dibutuhkan untuk menentukan siswa untuk dinaikan atau mengulang dikelas yang sama.
7.      Secara intuitif, seorang guru dalam mengajar telah berusaha untuk memilih metode mengajar yang paling tepat dengan kondisi siswa, lingkungan, dan materi. Namun adakalanya setelah dievaluasi ternyata hasil belajar siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan. Di sini evaluasi bertujuan untuk mengetahui taraf efisiensi metode yang digunakan.