Jumat, 24 Mei 2013

Makalah PERLUNYA KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DAN REMAJA DI MTsN PAYAKUMBUH




PERLUNYA KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DAN REMAJA
DI MTsN PAYAKUMBUH





MAKALAH



Disusun untuk Memenuhi Tugas
Pelajaran Bahasa Indonesia sebagai
Salah Satu Syarat Mengikuti Ujian Akhir





OLEH:

            NAMA            :  KHARISMA DWI ANDINI
            KELAS           :  IX.1




Madrasah Tsanawiyah Negeri Payakumbuh
(MTsN) Payakumbuh
2012/2013

HALAMAN PENGESAHAN

Judul Makalah             : Perlunya Komunikasi antara Orang Tua dan Remaja di  MTsN Payakumbuh
Nama                           : Kharisma Dwi Andini
NIS/NISN                   : 8633/ 9972739750
Pekerjaan                     : Pelajar







Payakumbuh, 06 Maret 2013
Guru Bidang Study


Armayanti, S.Pd
      NIP. 











 



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Berbagai masalah remaja yang muncul saat ini, baik yang berhubungan dengan perilaku seks, kecanduan obat dan kenakalan remaja lainnya disebabkan antara lain oleh kurangnya perhatian dan bekal yang diterima remaja dari orang tuanya atau orang dewasa yang berada disekitarnya. Semuanya ini berawal dari masalah komunikasi orang tua dan oaring dewasa dengan remaja itu sendiri. Berkomunikasi dengan remaja membutuhkan keterampilan tersendiri yang berbeda dengan keterampilan berkomunikasi dengan anak-anak ataupun orang dewasa. Untuk itu masalah inilah yang akan penulis bahas dalam karya tulis ini.

1.2  Tujuan
Karya tulis ini disusun dengan tujuan untuk menjelaskan cara-cara komunikasi antara orang tua dengan remaja. Disamping itu, karya tulis disusun untuk memenuhi syarat mengikuti ujian akhir yang diwajibkan bagi siswa kelas IX MTsN.

1.3  Metode Pengumpulan Data
Data-data yang ditemukan dalam karya tulis ini diperoleh dengan cara membaca buku-buku sumber yang ada hubungannya dengan komunikasi antara oaring tua dengan remaja.

1.4  Pembatasan Masalah
Masalah komunikasi antara orang tua dengan remaja sangatlah luas dan kompleks. Agar pembatasan lebih terfokus, karya tulis ini hanya membahas tentang komunikasi antara orang tua dengan remaja di MTsN Payakumbuh kelas IX.1






BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pikiran dan perasaan melalui bahasa, pembicaraan, mendengar, garak tubuh atau ungkapan emosi.

2.2 Tujuan Berkomunikasi
Paling tidak ada lima tujuan dilakukannya komunikasi efektif dengan remaja, yaitu:
a.       Membangun hubungan yang harmonis dengan remaja
b.      Membentuk suasana keterbukaan dan mendengar
c.       Membuat remaja mau bicara pada saat mereka menghadapi masalah
d.      Membuat remaja mau mendengar dan menghargai orang tua dan orang dewasa saat mereka berbicara
e.       Membantu remaja menyelesaikan masalahnya
      Dalam mencapai tujuan berkomunikasi, perlu diingat bahwa orang tua dan orang dewasa juga harus lebih dahulu siap dan mau berubah, sehingga remaja dapat menjalin komunikasi yang efektif dengan mereka.

2.3  Yang Sering di Lakukan Orang tua dalam Berkomunikasi
       Dalam berkomunikasi, orang tua biasanya ingin segera membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi remaja, sehingga cenderung melakukan:
a.     Lebih banyak biccara dari pada mendengar
b.     Merasa tahu lebih banyak
c.     Cenderung memberi arahan dan nasehat
d.    Tidak berusaha untuk mendengar dulu apa yang sebenarnya terjadi dan yang dialami remaja
e.     Tidak memberi kesempatan agar remaja mengemukakan pendapatnya
f.      Tidak mencoba menerima dahulu kenyataan yang dialami remaja dan memahaminya
g.     Merasa putus asa dan marah-marah karena tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan terhadap remaja.
2.4  Kunci  Pokok Berkomunikasi
       Dalam berkomunikasi dengan remaja, ada beberapa kunci pokok yang harus diperhatikan, yaitu pertama, mendengar supaya remaja mau bicara, kedua menerima dahulu perasaan remaja, dan ke tiga bicara supaya didengar.
       Oleh sebab itu orang tua dan orang dewasa harus mau belajar dan berubah dalam berbicara dan cara mendengar.

























BAB III
PEMBAHASAN MASALAH

3.1  Mengenal Diri Sendiri
       Dalam berkomunikasi terutama dengan remaja penting bagi orang tua dan orang dewasa harus mengenal:
a.   Kemampuan dan kelebihan yang dimilikinya
b.   Kelemahan atau kekurangan yang dirasa mengganggu
c.   Cara memanfaatkan kelebihan dan mengatasi kekurangan diri

3.2  Mengenal Diri Remaja
       Penting bagi orang tua dan orang dewasa memahami perasaan remaja. Banyak terjadi masalah dalam berkomunikasi dengan remaja, yang disebabkan karena orang tua dan orang dewasa kurang dapat memahami perasaan anaknya yang diajak bicara. Agar komunikasi dapat lebih efektif, orang tua perlu meningkatkan kemampuanya dan mencoba memahami perasaan anak sebagai lawan bicara.
       Pada dasarnya kebutuhan manusia yang paling dalam adalah keinginan agar perasaanya dimengerti, didengar, dihargai, dan dirinya dapat diterima oleh orang lain. Dengan bersedia menerima perasaan remaja, menunjukkan bahwa kita menghargai remaja dan hal tersebut membuat mereka merasa berharga. Mereka akan belajar bahwa bukan hanya perasaan mereka saja yang penting, tetapi juga perasaan orang lain sama pentingnya.

3.3  Perasaan yang Sering Dialami Remaja
       Dua perasaan yang sering dialami remaja adalah pertama, perasaan negatif. Perasaan ini antara lain berupa perasaan marah, kesal, bosan, bingung, kecewa, frustasi, merasa tidak diperhatikan, kaget, ragu-ragu, tidak nyaman, merasa tidak dicintai, dan sebagainya. Kedua, perasaan positif, antara lain berupa perasaan berani, puas, yakin pada kemampuan diri, senang, berminat, bannga, hebat, dan sebagainya.




BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
       Berbeda dari bab sebelumnya, pada bab ini penulis akan memberikan hasil dan gambaran ringkas sebagai kesimpulan dari penelitian “Perlunya Komunikasi Antara Orang tua dan Remaja di MTsn payakumbuh”. Maka yang dapat diperoleh oleh penulis adalah sebagai berikut:
1.     Harus terjalinya komunikasi antara orang tua dengan remaja, agar remaja lebih cenderung bersifat positif
2.     Agar komunikasi antara orang tua dengan remaja bisa terjalin, maka orang tua harus mendengar remaja bicara
3.     Dalam mendengarkan remaja bicara, orang tua tidak boleh memaksakan kehendaknya, karena itu belum tentu yang remaja inginkan
4.     Hal yang paling diinginkan remaja adalah orang tuanya menghargainya
5.     Orang tua harus menjaga perasaan remaja, karena perasaan memegang peranan yang sangat penting dalam berkomunikasi

4.2 Saran
       Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis mengajukan saran sebagai berikut:
1.     Menjalin komunikasi antara orang tua dengan remaja sangat perlu di lakukan, agar remaja tidak terbawa oleh arus yang negatif, untuk itu orang tua harus memilki peranan yang sangat penting dalam pembentukan akhlak remaja
2.     Dalam membentuk akhlak remaja, sebaiknya orang tua tidak memperlihatkan perilaku negatifnya, karena bisa jadi remaja akan menirunya






DAFTAR PUSTAKA

Fatonah Siti, Irawan Elly.2002.Teknik Berkomunikasi dengan Remaja. Jakarta : Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak-hak Reproduksi BKKBN